Apa yang Diharapkan di Pasar Data Center untuk Tahun 2020

Apa yang Diharapkan di Pasar Data Center untuk Tahun 2020

Memasuki tahun 2020, hasil dari adopsi teknologi baru maupun teknologi yang sudah matang akan mulai terlihat di dunia data center. Dalam blog ini, John Schmidt membagikan tiga prediksi utamanya untuk pasar data center tahun ini.

Tahun 2019 adalah tahun transformasi digital di berbagai bidang dan industri—dan pasar data center tidak terkecuali. Dengan tekanan yang terus meningkat untuk tetap relevan dan mengikuti perkembangan teknologi yang cepat, penyedia data center melihat kebutuhan untuk bertransformasi dan bersiap menghadapi masa depan.

Sekarang, memasuki tahun 2020, hasil dari penerapan teknologi baru dan yang sudah matang akan mulai mengambil bentuk di data center. Secara khusus, kita akan melihat 5G mendorong peningkatan permintaan akan edge computing, sementara Kecerdasan Buatan (AI) akan mempercepat penyebaran layanan baru di pasar ini baik untuk pengguna akhir maupun karyawan internal.

Berikut tiga prediksi utama kami untuk pasar data center di tahun 2020.


2020 Akan Menyaksikan Kebangkitan Edge Computing Berkat Janji 5G

Pada 2020, aplikasi pertama yang memanfaatkan kecepatan super tinggi 5G, latensi rendah, dan komunikasi mesin-ke-mesin akan diperkenalkan. Penawaran baru ini—seperti cloud gaming resolusi tinggi, kontrol proses IoT industri, dan panduan augmented reality langsung untuk pekerja—akan menunjukkan nilai yang bisa dibuka oleh 5G.

Meskipun kami tidak mengharapkan aplikasi-aplikasi ini akan tersebar luas tahun depan, potensinya akan mulai membentuk kembali berbagai industri, termasuk pasar data center. Contohnya, dengan kemampuan 5G menyediakan latensi kurang dari 10 milidetik, akan jauh lebih mudah untuk menerapkan aplikasi 5G berlatensi rendah — dan tahun 2020 akan menjadi tahun di mana data center mulai bersiap menyambut kedatangan aplikasi-aplikasi tersebut.

Agar aplikasi berlatensi rendah berhasil, tidak cukup hanya mengandalkan 5G. Anda juga perlu memproses data aplikasi tersebut dekat dengan sumbernya menggunakan teknologi edge computing seperti data center edge. Dengan edge computing, Anda dapat menghindari pengiriman data bolak-balik dari perangkat edge ke data center jarak jauh. Ini sangat mengurangi latensi dan memungkinkan aplikasi 5G berlatensi rendah baru ini untuk mewujudkan potensinya sepenuhnya. Sebagai hasilnya, kita akan melihat lebih banyak data center beralih ke edge computing pada 2020 agar aplikasi-aplikasi ini dapat terwujud.


AI Akan Mendorong Adopsi Teknologi Baru di Data Center Tahun Baru

Penerapan machine learning, deep learning, dan teknologi kecerdasan buatan lainnya kini sudah mainstream dan mendukung banyak layanan cloud yang kita gunakan setiap hari.

Kami memperkirakan penggunaan AI akan semakin cepat di tahun baru, karena perusahaan semakin memanfaatkan data yang mereka kumpulkan untuk membangun dan menyebarkan model AI yang mendukung layanan baru dan menghasilkan wawasan bisnis baru. Jika mereka ingin membuat perusahaan-perusahaan ini tetap puas, operator data center harus merespons, tidak hanya dengan jaringan dan server yang lebih cepat di pusat mereka, tetapi juga di edge untuk memungkinkan penyebaran model AI lebih dekat ke pengguna akhir.

Walau ini menjadi tantangan bagi operator data center, ini juga peluang: jika mereka cerdas dalam mengadopsi teknologi jaringan, komputasi, dan data center edge yang tepat untuk mendukung AI, pelanggan akan datang kepada mereka. Karena itulah, pada 2020 kami memperkirakan pemilik dan operator data center akan semakin fokus pada bagaimana mereka dapat memberikan performa yang dibutuhkan pelanggan mereka untuk layanan cloud yang didukung AI.


Operator Data Center Akan Sangat Mengandalkan AI di 2020 untuk Mendukung Efisiensi Tenaga Kerja

Dengan pasar tenaga kerja yang ketat, permintaan yang terus tumbuh, dan kebutuhan yang meningkat untuk membangun pusat edge computing jauh dari lokasi tier-1 guna mencari talenta teknis, operator data center akan menghadapi tantangan dalam merekrut dan mempertahankan orang-orang yang mereka butuhkan di tahun baru.

Oleh karena itu, kita dapat mengharapkan operator data center meningkatkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan teknologi pintar lainnya untuk memaksimalkan produktivitas karyawan mereka—misalnya, headset AR yang menggunakan teknologi AI untuk memandu teknisi layanan saat mereka menyelesaikan tugas. Pada saat yang sama, penyedia peralatan data center akan menggunakan AI untuk membuat produk mereka lebih mudah dipasang dan digunakan, memungkinkan operator data center melakukan lebih banyak dengan sumber daya manusia yang lebih sedikit.

Operator data center yang menunda mengadopsi kemampuan AI baru ini mungkin akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat karena kesulitan menemukan atau mempertahankan staf yang mereka butuhkan untuk memberikan semua layanan yang diminta pelanggan di pasar yang sangat kompetitif saat ini.


Mempersiapkan Tahap Berikutnya dari Data Center

Tahun 2020 akan menyaksikan aplikasi pertama teknologi canggih seperti 5G mulai masuk ke data center, sementara penerapan machine learning dan teknologi AI lainnya akan menciptakan cara-cara baru dalam belajar dan bekerja. Tahun baru ini berarti peluang yang lebih besar bagi penyedia data center untuk tumbuh dan meningkatkan bisnis mereka. Walaupun manfaat teknologi ini mungkin baru akan terasa beberapa tahun ke depan, perusahaan data center yang sudah mengintegrasikannya dalam strategi bisnis mereka sekarang akan menjadi yang paling siap menuai manfaat di masa depan.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan commscope indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi commscope.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!