Kita jarang mendapatkan sesuatu secara gratis dari pemerintah, tetapi tahun lalu kita mendapatkannya. Melalui CBRS, FCC (Federal Communications Commission) di Amerika Serikat menyediakan 150MHz spektrum seluler—pada dasarnya, gratis. Sebagai perbandingan, lelang AWS pada tahun 2015 membuat operator seluler AS harus mengeluarkan hampir 45 miliar dolar hanya untuk sepertiga dari jumlah spektrum tersebut. Ini menimbulkan pertanyaan: Untuk apa CBRS akan digunakan? Jawabannya tergantung siapa yang Anda tanya.
Bagi operator seluler, CBRS menawarkan peningkatan kapasitas dengan biaya rendah di area perkotaan yang padat, terutama jika digabungkan dengan spektrum seluler berlisensi yang sudah mereka miliki. Dengan menggunakan carrier aggregation, operator seluler bisa mendapatkan yang terbaik dari dua dunia: kualitas yang andal dan kapasitas yang besar.
Sebaliknya, operator kabel menggunakan CBRS untuk menambahkan layanan seluler di area di mana mereka sudah memiliki infrastruktur kabel atau Wi-Fi, sehingga dapat menghindari membayar biaya MVNO (Mobile Virtual Network Operator) kepada operator seluler.
Aplikasi CBRS yang paling menarik adalah untuk cakupan seluler dalam gedung (in-building cellular coverage). Banyak orang berpikir bahwa cakupan seluler sudah merata di mana-mana, tetapi kenyataannya ketika Anda berada di ruang konferensi hotel, gedung pencakar langit, kawasan perkotaan padat, dan tempat serupa lainnya, Anda mungkin harus berdiri di dekat jendela hanya untuk bisa melakukan panggilan suara—fungsi paling dasar dari ponsel Anda.
Berbeda dengan spektrum seluler tradisional, CBRS tidak dimiliki oleh operator seluler, sehingga membuka peluang bagi perusahaan dan gelombang baru penyedia layanan terkelola (MSP) untuk menerapkan solusi cakupan seluler dalam gedung dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan alternatif yang ada saat ini.
Small cell CBRS secara alami bersifat “neutral host”, artinya mereka dapat mendukung pelanggan dari semua operator seluler, sehingga menurunkan biaya implementasi dan memperluas peluang pasar secara keseluruhan bagi MSP.
CBRS membuka pasar untuk tempat-tempat yang lebih kecil yang saat ini mengalami masalah cakupan dan kapasitas serupa, termasuk hotel, resor, perguruan tinggi, universitas, kondominium, hunian multi-unit lainnya, serta arena olahraga dan hiburan. Berdasarkan survei dari U.S. Energy Information Administration tentang bangunan komersial di AS, CBRS diperkirakan dapat memperluas pasar bagi MSP dari 7 miliar kaki persegi menjadi lebih dari 30 miliar kaki persegi!
Lalu, apa kekurangannya? Hanya smartphone baru yang memiliki kemampuan CBRS, jadi pasar akan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya memanfaatkan spektrum baru ini. Untungnya, operator seluler dan kabel memiliki insentif untuk mendorong kemampuan CBRS ke dalam perangkat yang mereka jual. Vendor chip smartphone utama sudah mendukung kemampuan ini, dan perangkat dengan fitur ini akan segera hadir.
Catatan penting lainnya adalah bahwa aturan CBRS menggunakan prinsip first-come/first-served (siapa cepat dia dapat), yang berarti MSP pertama yang menerapkan CBRS di suatu lokasi akan mendapatkan keuntungan alami dibanding pesaing yang datang belakangan. Ini juga berarti bahwa MSP harus berinvestasi lebih awal, bahkan sebelum smartphone dengan CBRS tersebar luas, agar mereka bisa mendapatkan keunggulan maksimal saat pengguna mulai bermunculan.
CBRS adalah rezeki nomplok bagi MSP—tetapi mereka harus bergerak cepat dan melakukan land grab (penguasaan lokasi) mulai hari ini untuk dapat memetik keuntungannya di masa depan.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan commscope indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi commscope.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
